Posts

Surat Tak Beralamat Untuk Seseorang Di Masa Depan

Dari aku, perempuan yang selalu dipertanyakan siapa jodohnya. Duhai kamu calon suamiku, di mana kah kamu berada? Hari ini seperti hari kemarin, tidak ada yang berbeda mengenai hatiku. Masih tetap setia menunggu kehadiranmu, calon mahramku. Aku tak sabar menunggu hadirmu. Memintaku secara halal pada orang tuaku. Tak sabar ingin segera melihat rupamu. Apakah tampan atau manis? Jika kelak kau jadi datang memintaku pada orang tua ku, boleh kah aku menyampaikan suatu hal? Aku tidak ingin kau yang kaya bergelimangan harta. Yang aku ingin hanya kau mendapatkan itu dengan cara yang diberkahi Tuhan. Dengan cara yang halal. Aku tak ingin wajahmu terlalu tampan. Aku hanya ingin kau berikan perasaan menyejukkan ketika aku memandangmu disaat kelelahan merajalela. Aku tak berharap kamu memiliki gelar yang panjang tak karuan. Aku hanya ingin kamu mampu memberikan manfaat pada orang sekitar. Aku tak berharap kamu pandai menulis puisi indah atau melakukan hal romantis lainnya. Aku hanya ing...

Dear Zindagi

Sebentar lagi libur panjang. Kamu sudah punya rencana mau ngapain? Di Sabang bakalan ada event Sail Sabang loh. Kalau ada waktu dan rejeki, pergi lah ke sana. Sambil menikmati keindahan pantai dan bawah lautnya. Juga manjakan lidah dengan berbagai kuliner khasnya. Aku sih sangat suka sama sate gurita di sana. Kalau kamu jadi ke sana, coba lah cicipi. Kamu belum punya cukup uang dan waktu untuk pergi berlibur? Dari pada bengong sendirian, mending kamu nonton film aja. Kan tidak mengeluarkan uang yang cukup besar. Aku punya nih satu referensi film untuk kamu. Film bollywood. Ehh? Kamu geli kah sama film India? Karena banyak tarian dan nyanyiannya? Duhh, sepertinya kali ini kita berbeda. Aku suka banget nonton film India. Sebenarnya sih suka semua film. Tapi film India jadi salah satu favorit. Ssttt, sebenarnya pas aku kecil, negara pertama yang mau aku kunjungi yaa India. Film ini rilis tahun 2016. Bukan film yang baru tapi tidak jadul juga. Kamu tenang aja, ini bukan film meye...

Jalan Kekhawatiran yang Ku Pilih

Kita lupakan sejenak cerita Dina dan Johan. Kali ini izinkan aku bercerita tentang pertambahan usia ini. Aku baru mengingatnya lagi karena orang rumah baru punya waktu untuk memberi 5 cup cake, padahal ulang tahun ku sudah berlalu 5 hari lalu. Sebelum diberi kue aku tidak terlalu merasa telah bertambah usia. Tapi entah kenapa setelah diberi kue aku menjadi semakin merasa tua. Ahh baiknya kalian tak usah memberi ku kue itu, dengan tulisan usia pula, semakin membuat ku merasa aneh. Tak apa lah pikir ku. Kalian sudah sangat berbaik hati memberi kejutan untuk ku. Kejutan yang sejujurnya menamparku secara halus dan mengingatkan tentang betapa tak lagi muda usia ini. Bertambahnya usia bukan hal yang mudah. Kamu tahu, sekarang aku punya beban yang lebih berat. Punya tanggung jawab yang lebih besar. Punya mimpi yang kian tinggi. Punya harapan semakin luas.  Semua bertambah, semua berubah. Begitu juga kekhawatiran. Ada khawatir yang kian bertambah. Bukan karena aku khawatir tidak...

Bunga Tidur yang Mengusik Hati

Otak ini memang jahat. Tanpa diminta, ia berkelana menyusuri labirin memori. Satu persatu singgah, menyapa ingatan yang masih terekam jelas.  Otak ini terkadang kejam. Dengan angkuhnya membawa tuannya ke masa lalu. Memanggil-manggil ingatan yang ingin dikubur dalam. Seolah berisyarat untuk jangan pernah melupakan potongan memori itu. Kali ini Ia membawa ku ke labirin terdalam. Mengajak menari bersama kenangan. Kenangan masa lalu yang ingin dikubur dalam.  Cerita itu kelam. Ingin rasanya dilupakan. Tapi apa daya aku malah semakin mengingatnya. Semakin kuat ku berusaha, semakin kenangan itu membayangi. Semakin pula membuat rindu. Membuncah tak tertampung. Sejujurnya aku tak ingin mengakui rindu ini. Terlalu malu rasanya. Benteng harga diriku masih sangat tinggi untuk sekedar menyapanya karena rindu. Bahkan aku tak tahu apakah dia juga merindu di sana. Tidak lucu jika aku tiba-tiba mengirim chat, meski hanya sekedar basa-basi. "Wooiii, jangan melamun di sini. Ntar ...

Bahkan Takdir Enggan Berpihak

Pagi ini cerah. Mentari sudah menampakkan sinarnya sejak tadi. Suara klakson kendaraan pun sahut menyahut di luar sana. Terdengar sibuk dengan urusannya. Masing-masing membawa ego yang merasa paling benar. Hingga semuanya berpikir yang paling berhak menjadi penguasa jalanan. Di salah satu kamar kecil di sebuah rumah yang terdapat di pinggiran kota Medan, juga tak kalah sibuknya. Seorang perempuan yang baru tumbuh bergegas merapikan tumpukan buku yang bertebaran. Dengan sigap Ia keluar kamar lalu menguncinya. Berjalan ke luar dengan langkah yang sedikit dipercepat. Mencoba meraih angkutan umum yang biasa mangkal di bibir jalan. Jika tidak macet, perjalanan menuju tempat itu memakan waktu sekitar 10 menit. Beruntungnya pagi ini tidak terlalu macet. Jadi Ia tidak terlambat sampai di tujuan. Menaiki anak tangga satu persatu hingga membuat peluh menetes. Akhirnya Ia tiba di ruang F. Ruangan yang didalamnya sudah dipenuhi dengan orang-orang yang terlihat berkonsentrasi. Ia pun mengambi...

Hidup Dinamis Demi Kehidupan Lebih Baik

Lagi. Untuk yang ke sekian kali aku lupa menyelesaikan misi harian. Lebih tepatnya semalam aku tak kuat menahan kantuk. Aku menyadarinya ketika bangun. Suara alarm yang setiap pagi tak pernah jemu memberi isyarat itu asalnya persis di dekat kepalaku. Aku mencoba meraihnya dengan mata yang tetap tertutup. Lalu dengan usaha maksimal, perlahan ku coba mengintip layar telepon genggam itu. Sudah hampir waktunya Tuhan memanggilku. Benda kecil di genggamanku itu pun langsung menyilaukan mata. Dengan berat hati, mata ini langsung terjaga dari lelapnya. Ku buka pengamannya. Aku langsung ditujukan pada layar yang didominasi warna putih dengan garis hitam tegak lurus yang berkedap-kedip. Baru ku sadar semalam telah melewatkan misi dengan sempurna. Padahal semalam aku ingin bercerita tentang perubahan. Tapi harus ku bawa cerita itu hari ini. Hari yang seharusnya bercerita tentang cinta pertamaku. Kamu tidak keberatan kan jika satu hari ini aku meminta untuk mendengarkan dua ceritaku? Tapi kalau...

Wanita Hebatku

"Ichaaa..selamat ulang tahun ya sayaang...semoga panjang umur, sehat selalu, dimudahkan rizqinya, cepat dapat jodoh dan selalu dalam lindungan sang Khaliq serta sukses terus menyertai kita semua.. Amiiin Ya Rabbal A'lamin" Yang kamu baca itu adalah ucapan selamat untukku dari seseorang yang istimewa. Kemarin pagi aku menerimanya. Sebuah pesan dari wanita paruh baya di kampungku. Tidak seperti tahun sebelumnya, tahun ini Ia mengingat tanggal ini dengan baik. Meskipun seandainya lupa seperti tahun lalu, aku akan sangat maklum, mengingat usianya yang tak lagi muda. Lagi pula, aku bukan anak kecil yang akan merengek ketika orang yang ku sayang terlupa dengan hari bersejarah ini. Dia Ibuku. Wanita perkasa dengan tubuh yang tidak lagi kekar. Dia Ibuku. Wanita lemah lembut yang tidak melulu berkata halus. Dia Ibuku. Wanita hebat meski harus berperang dalam sepi. Selama 12 tahun Ia membesarkan aku dan para saudaraku dalam kesendirian. Mungkin selama itu pula Ia merasa tida...